Sandiaga Uno: Selam adalah Pariwisata Era Baru

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam acara audiensi virtual dengan SDAAI dan perwakilan industri wisata selam Indonesia, Senin (1/3/2021).

     

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan bahwa wisata selam perlu terus dikembangkan di masa pandemi. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara audiensi dengan Scuba Diver Australasia Indonesia (SDAAI) yang digelar secara virtual pada Senin (1/3/2021).

    “Selam itu adalah pandemic winner. Karena kita lihat sekarang tren pasar semakin mencari aspek pariwisata sustainability (keberlanjutan), serenity (keheningan), dan spirituality (spiritualitas). Dan selam memiliki semuanya,” ujar Sandiaga (1/3/2021).

    “Saya baru saja menyelam di Pulau Menjangan, di Desa Pemuteran, Bali Barat, dan di situ saya temukan pariwisata era baru, di mana selam juga sudah bisa dibuat sertifikasi CHSE,” lanjutnya.

     

    Industri Wisata Selam Butuh Dukungan

    Audiensi Menparekraf Sandiaga Uno dengan SDAAI digelar dalam rangka membahas strategi pemulihan industri wisata selam dari krisis akibat pandemi COVID-19.

    Audiensi dihadiri pula oleh tim perwakilan dari Perkumpulan Profesional Selam Indonesia (PPSI), Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI), Divers Alert Network (DAN), Deep & Extreme Indonesia (DXI), Tim Penyusun CHSE Wisata Selam, serta pelaku usaha wisata selam dari 18 destinasi yang tersebar dari Aceh sampai Papua.

    Di kesempatan ini Managing Editor SDAAI Arief Yudo Wibowo memaparkan kondisi industri wisata selam Indonesia sebelum dan setelah pandemi.

    Sebelum adanya pandemi, sekitar 72% pangsa pasar wisata selam Indonesia berasal dari wisatawan mancanegara. Namun, setelah pandemi, perjalanan internasional banyak dibatasi sehingga industri wisata selam kehilangan pasar dan pemasukan secara signifikan.

    “Berdasarkan survei terbaru PPSI, sepanjang tahun 2020 mayoritas usaha wisata selam Indonesia mengalami penurunan penghasilan drastis hingga nol. Saat ini usaha wisata selam yang sudah exit atau bangkrut sebanyak 7%, yang masih beroperasi 34%, dan mayoritasnya yaitu 59% dalam kondisi tutup sementara,” jelas Arief (1/3/2021).

    “Di tengah kondisi ini sebagian besar teman-teman pekerja wisata selam dirumahkan atau unpaid leave. Dan sekitar 61% tidak memiliki penghasilan alternatif,” lanjutnya.

    Untuk menghadapi kondisi tersebut, Arief Yudo Wibowo mewakili SDAAI menyampaikan sejumlah program pemulihan dan dukungan yang perlu diberikan untuk industri wisata selam, meliputi aspek penguatan promosi, pengembangan pasar domestik, pembuatan paket wisata selam konservasi, serta peningkatan kerja sama industri dan stakeholders. 

    Tim perwakilan dari PPSI, PUWSI, DAN, DXI, dan Tim Penyusun CHSE Wisata Selam juga mengajukan usulan program yang meliputi peningkatan kualitas tenaga selam profesional, bantuan fasilitas likuiditas untuk pelaku usaha, penyelenggaraan pameran industri selam virtual, pembuatan atraksi wisata selam baru dengan artificial reef, sampai pelatihan dan pemantauan penerapan CHSE di seluruh destinasi selam Indonesia.

     

    Kemenparekraf Siap Dukung Pemulihan Wisata Selam

    Menanggapi usulan-usulan tersebut, Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung upaya pemulihan industri wisata selam.

    Kemenparekraf juga telah merencanakan sejumlah program untuk misi serupa, mulai dari pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) untuk pekerja wisata selam, promosi desa wisata bahari, pengelolaan sampah plastik di destinasi wisata bahari, dan lain-lainnya.

    “Saya ingin sebetulnya nggak wacana-wacana, kita langsung saja bikin kegiatan yang inisiasinya mungkin kecil dulu, nggak usah jauh-jauh, di Kepulauan Seribu atau di mana, supaya (wisata selam) ada geliatnya dulu,” ujar Sandiaga (1/3/2021).

    “Kita (usaha wisata selam) jangan ‘abandon the ship’. Terumbu karang titipan dari Allah untuk anak cucu kita, mari kita jaga operasional dan safety-nya, jangan sampai industri selam mengalami kerusakan permanen. Kita terbatas, tapi kita siap mendukung,” tegasnya.

    <span class="icon-user"></span>

    Adi Ahdiat

    Facebook comments

    Website comments