Hitung mundur acara

  • 00

    hari

  • 00

    jam

  • 00

    menit

  • 00

    detik

Tentang IBDF

Indonesia memiliki kekayaan maritim dan potensi bahari yang luar biasa besar, dengan luas laut dan perairan yang mencapai 2/3 wilayah Indonesia, yakni sebesar 5,8 juta km2 dan panjang pantai sekitar 97 ribu km. Hal ini tentu saja menggambarkan potensi sektor kelautan yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Banyak bisnis potensial berbasis pada sumberdaya (resources based industry) yang dapat menjadi peluang, salah satu nya adalah industri pariwisata selam.

Perkembangan industri pariwisata Indonesia dari tahun ke tahun secara signifikan tampil sebagai salah satu pilar perekonomian unggulan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata telah menyusun strategi dalam mengembangkan potensi ini, dengan menyusun target utama pembangunan pariwisata.

Sebagai world class dive destination, wisata selam adalah salah satu potensi unggulan yang dimiliki oleh Indonesia. Kondisi ini kemudian menuntut adanya forum yang melibatkan banyak pihak seperti para pemimpin industri wisata selam, pelaku usaha penting dalam dunia selam nasional, pembuat undang-undang dan kebijakan terkait, serta pemerintah dan para investor baik bank maupun non-bank yang dapat bekerjasama dalam memajukan wisata selam Indonesia, demi tercapainya target pembangunan pariwisata. Forum ini akan membahas beberapa permasalahan terkait usaha wisata selam, seperti standar dan regulasi, sumber daya manusia, konservasi, pemasaran dan branding serta investasi.

PT. Jaya Impian Abadi sebagai perusahaan yang menerbitkan buku dan majalah terkait industri wisata selam merasa terpanggil untuk mengadakan kegiatan Indonesian Dive Business Forum 2016 (IDBF) yang akan menyelenggarakan rangkaian acara konferensi, diskusi panel, dan lokakarya dengan mengundang para pembicara yang akan membahas beberapa tema penting, seperti konservasi kelautan, bisnis pariwisata, pemodalan, pemasaran dan branding, fotografi dan videografi bawah laut, serta penulisan dan jurnalistik.

Pada kegiatan IDBF 2016 yang akan digelar pada tanggal 31 Maret 2016 di JCC Lower Lobby ini akan dihadiri langsung Menteri Pariwisata, Bapak Dr. Ir. Arief Yahya MSc, untuk meresmikan peraturan menteri mengenai standar dan regulasi pemerintah dalam penyelengggaraan wisata selam. Selain itu juga akan hadir Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc. sebagai Penasehat Kehormatan Kementerian Pariwisata, serta Rektor Universitas Paramadina, Prof. Firmanzah Ph.D. IDBF 2016 diharapkan mampu menjadi wadah untuk membahas isu dan masalah penting terkait dengan pengembangan usaha wisata selam di Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing dalam era MEA.

Lebih jauh, pertemuan ini akan mendorong penerapan prinsip-prinsip bisnis, branding, advertising, dan selling terkini dengan mengedepankan prinsip sustainable tourism yang akan membangun destinasi ekowisata bahari berkelanjutan, melalui kegiatan pertukaran pengalaman dan pengetahuan oleh banyak pihak dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Reservasi
-->