Makro Pinggir Jalan

    Menyelam di tengah laut ataupun berangkat dari pinggir pantai sudah biasa, tapi bagaimana rasanya menyelam di tengah kota, mendalami makro di pinggir jalan yang ramai? Adita Agoes memberikan gambarannya kepada Anda disamping memaparkan lokasi-lokasi penyelaman lainnya di Ternate.

     

    Kota Ternate merupakan sebuah pulau kecil di Provinsi Maluku Utara yang belakangan ini mulai dilirik oleh para penggila underwater macro photography. Hal ini selain dikarenakan banyaknya jenis critters yang dapat ditemui, juga karena sebagian besar dive spot-nya berada tepat di pinggiran jalan raya Kota Ternate. Ya, di pinggir jalan raya. Berbeda dengan beberapa destinasi lain yang juga terkenal dengan critters dan shore entry-nya seperti Tulamben Bali dan Malalayang Manado, dive spot di Ternate benar-benar berada di dalam kota dengan keramaian lalu-lintas yang padat. Selain itu, Kota Ternate juga memiliki jenis hiu yang baru belakangan ini dinyatakan sebagai spesies baru dan merupakan endemik bagi wilayah ini, yaitu Hemiscyllium halmahera (walking shark/epolet shark).

     

    CITY SIDE

    Seperti yang telah dijelaskan di awal, inilah keunikan menyelam di Ternate. Tak perlu pergi jauh-jauh, cukup di halaman depan, belakang, atau samping hotel Anda. Anda juga tidak perlu heran jika berjalan menuju mall dan berpapasan dengan sekelompok penyelam lengkap dengan gear mereka.

    Berikut titik-titik menyelam di dalam kota:

     

    MASJID RAYA / KELLET’S POINT

    Titik ini merupakan salah satu titik penyelaman favorit dikarenakan karakteristik spot yang tergolong mix (wide dan macro). Kellet’s point merupakan submerged reef di kedalaman 22-25 meter yang terletak sekitar 25 meter dari pinggir jalan/tempat parkir kendaraan di depan Mesjid Raya Al Munawar Kota Ternate. Divers diharuskan untuk berenang sekitar 15 meter ke arah laut untuk mendapatkan slope yang terdiri dari pasir serta coral mix (hard dan soft) tempat di mana beberapa sweetlips dan blue-yellow tail sering bermain. Setelah sekitar 10 meter melewati dasar pasir di kedalaman 20 meter, barulah submerged reef tersebut dapat terlihat. Sponge, glass fish, bat fish, dan kadang pelagis seperti baracudda, bumphead parrotfish, serta penyu, juga lewat di sini. Objek makro pun tidak kalah menarik, di sini dapat dijumpai lembeh seadragon, pontohi pigmy seahorse, candy crab, green hairy shrimp, juga beberapa jenis nudibranch yang cantik.

    Untuk lebih lengkapnya baca majalah Scuba Diver Australasia Indonesia edisi 6.

    SDOP-cover-edisi-6_B

     

     

     

     

     

     

     

    Versi e-magazine, bisa diperoleh di:

    Wayang Force: https://www.wayang.co.id/index.php/toko/detail/20443

    Scoop: https://www.getscoop.com/id/majalah/scuba-diver-indonesia/06-2014

    <span class="icon-user"></span>

    scubadiver

    Scuba Diver Indonesia adalah majalah selam internasional paling terkemuka di dunia.

    Facebook comments

    Website comments